Fungsi, Ruang,bentuk & Aktualisasi Diri Pada Arsitektur

sang : Josias Tanyuga” Ringkasan Materi Teori Arsitektur ”Dosen : Anggia R. Nurmaningtyas, ST

Menurut para moderenis, fungsi dapat pada kategorikan menjadi penentu bentuk atau penduan menuju bentuk. Fungsi menandakan kearah mana bentuk wajibdi tentukan.( yuswadi saliya, 1999 ).

Hal ini mengacu kepada slogan form follows Jasa Arsitek Bangunan function ( Louis Sullivan )apabila kita berbicara mengenai arsitektur, Jasa Arsitek Bangunan maka kita tidak hanya bicara tentang fungsi dan bentuk saja. Masih ada unsur lain yang pula terkait erat denganarsitektur, yang merupakan konsekuensi logisdari adanya fungsi. Karena fungsi merupakan gambaran berdasarkan aktivitas, dimana kegiatan tadi membutuhkan fungsi, tentunya akan berlanjut menggunakan pembahasan tentang ruang. Sedangkan bentuk yg menurut sullivan adalah akibat dari pewadahan fungsi, bisa menaruh aktualisasi diri eksklusif. Jadi pembahasan fungsi nir dapat pada sisihkan menurut pembahasan tentang ruang, bentuk & ekspresi bentuk yg di hasilkan.

Kaitannya menggunakan arsitektur adalah bahwa arsitektur merupakan perwujudan fisik menjadi wadah kegiatan mansusia. Bagaimana pun pula unsur-unsur fungsi, ruang, bentuk dan ekspresi akan menentukan bagaiama arsitektur dapat meninggikan nilai suatu karya, memperoleh tanggapan serta membicarakan suatu makna. Oleh karena penyajian ini adalah sebagai sarana untuk memecakan suatu kasus menjadi tanggapan atas kondisi-syarat lingkupnya secara arsitektural yang saling berkaitan.

Dari segi pengeriatan bisa pada bagi menjadi :

1. Pengertian Umum Bagi Para Ahli Bahasa ( Linguist ) Fungsi Adalah :pendekatan pada studi bahasa yang berkenan menggunakan fungsi yg di tunjukan oleh bahasa, terutama pada hal insiden ( liputan yang bekerjasama ), ekpresi ( mengindikasikan suasana hati ), & pergaruh keahlian.2. Pengertian Umum Bagi Para sosiologis ( Linguist ) Fungsi Adalah :Teori mengenai interaksi bagian-bagian pada wargaJasa Arsitek Bangunan medan dalam holistik & satu menggunakan yg lai. Pendekatannya terkemukan dalam pekerjaan sosiolog dalam abad, khususnya mereka yang melihat wargasebagai organisme.3. Pengertian Arsitekturalnya adalah :Suatu prinsip Arsitekturalnya dimana bentuk suatu bangunanharus pada peroleh berdasarkan fungsi yang wajibpada penuhinya; aspek skematis & teknis menurut moderenisasi arsitektural ( rasionalisme ), yg pendirian teoritisnya yg lebih luas juga menciptakan pertanyaan simbolik, filsafat, politik, sosial ekonomi.

Fungsi traditional understanding ; utility, fitnes for purpose ( ketepatan guna ),”task” ( tugas/ guna ) yg wajibdi penuhi oleh suatu bangunan. Efek atau pengaruhnya terhadap pengguna atau pengamat.commodity bagi teori vitu virus tentang ” commodity ”, firmness and delight”.Firmness = technics ” , delight = form ”. Ketiganya merupakan dimensi yg nir telepaskandari sebuah karya/ pekerjaan arsitektur, & fungsi sendiri dapat di bicarakannya dalam tujuan-tujuan analisis menggunakan pengertian bahwa pada kenyataannya fungsi tidak sanggup ” ada ” ( exist ) tanpa bentuk & material konstruksi & teknik.

B. Multifungsionalitas ArsitekturDalam aktivitas perancangan kita tidak pernah lepas berdasarkan instilah ” Fungsi ”. Sayangnya kata ini sering sangat di batasi pada pengertian menjadi aktifitas didalam bangunan maupun diluat bangunan. Tetapi pada prinsipnya pengertian fungsi sangat luas.

Berhubungan dengan hal ini, maka kita akan berhadapan dengan sebuah obyek yangmelaksanakan satu atau beberapa atau bahkan semua fungsi. Hal inilah yang mendorong arsitektur untukmenjalankan banyak sekali fungsi, yg dikatakan Multifungsionalitas Arsitektur ( josef Prijotomo, 1998 ).

Beberapa tokoh yg berkiprah pada bidang arsitektur maupun diluar melontarkan beberapa fungsi yang dapat di jalankan sang arsitektur :

 Geoffrey BroadhintMenurutnya ada enam fungsi yang bisa pada jalankan oleh arsitektur enam fungsi tadi merupakan :1. Environmental Filter ( =Modofier of the phsycal climate ). Bangunan bias mengontrol iklin. Bangunan berfungsi menjadi penyaring terhadap iklim di luar(filter). Bangunan dapat menciptakan kita merasa aman dan nyaman buat melaksanakan aktifitas kita. Kita dapat memilih ruangan mana yang harus dekat dan mana yang harus pada jauhkan.2. Container of actifities. Bangunan sebagai wadah aktivitas yang menempatkannya dalam loka eksklusiftiga. Capital invesment (=changer of land value ). Bangunan bisa menaruh nilai lebih pada tapak. Dapat menjadi asal investasi yang baik.4. symbolic function ( = implication cultural ). Dalam pengertian ini bangunan dapat menaruh nilai Sombolik, khususnya keagamaan dan budaya.5. Behavior modifier. Bangunan bisa mengganti kebiasaan dan konduite, sinkron dengan suasana ruang.6. Aesthetic function (= Pursuit of delight ). Bangunan akan menyenangkan apabila tampak cantik, sinkron dengan fashionable waktu ini.Geoffrey Broadhint, memahami fungsi menjadi sesuatu yang pada pancarkan dan di informasikan melalui panca indrkita.

 Christian Notberg-ScuhltzMemunculkan empat fungsi yg dapat dijalankan sang arsitektur. Dalam menjawab : apa tugas bangunan :1. phsycal Control. Peranan phsycal Control dalam fungsi bangunan merupakan :buat mengontrol iklim.*. Udara, kelembaban, temperetur, angin, curah hujan dan lain-lain*. Hal-hal lain misalnya, asap, serangga, fauna, manusia, dan radioaktif.Secara umum physcal control merupakan berupa hubungan bangunan terhadap lingkungan. Dapat mengontrol lingkungan sinkron menggunakan aktifitas yg dilakukan pada pada bangunan.dua. functional frame. Pada prinsipnya insan selalu melakukan aktifitas oleh kerena itu pada perlukan wadah Arsiterktural pada menentukan fungsi menurut tiap-tiap wadah yang pada tentukan. Manusia membutuhkan ruangan buat melaksanakan kegiatannya, fungsi ruangan bisa berubah bila terjadi perubahan gaya hidup yg pada dasari atas kebutuhan. Tak peduli jika ruangan pada bentuk apapun ( bujur sangkar, bundar, elipse, dll ) yg terpenting fungsi dapat terpenuhi.3. Social Milieu. Bisa menjadi ekxpresi statis, peranan, kelompok, institusi & sekolompok bangunan yang bisa merepresentasikan system sosial sebagai suatu kesatuan. Contoh : istana raja dibuat lebih besarberdasarkan bangunan lain dengan tujuan, menandakan status sosial.Dari sinilah akan lahir ekxpresi bentuk, baik yang terjadi pada dalam juga pada luat harus dapat menaruh suatu keterangan. Tentang apa dan fungsi menurut bangunan tersebut.Bangunan & ligkungan menaruh insan tempat buat melakukan aktivitas-kegiatan generik & khusus.4. Cultural symbolization. Arsitektur adalah obyek budaya dan merupakan hasil karya mansusia yang melayani aktifitas manusia secara umum. Kita sudah putusan bulat bahwa seni menunjukkan nilai budaya & sains menerangkan informasi-fakta, & seni merupakan nilai-nilai budaya yg harus pada masyarakatkan.

 Larry R. LigoLigo memunculkan lima Fungsi yg dapat di jalankan oleh arsitekrur buat menjawab fungsi menjadi konsep. Kelima fungsi bangunan dari liggo ( berdasarkan concepts of function of the twentieth century Atchitecture ) merupakan :1. Structural Articulation ( artikulasi structural ) menunjuk dalam pengupasan pada design, berdasarkan material struktur dan metode sebuah bangunan ( contohnya “ fungsi “ material dan metode maupun dalam artikulasi exterior bangunan dengan variasi kegiatan yang terkandung pada dalamnya.2. Physcal function. ( fungsi fisik ). Meliputi control menurut lingkungan dan akomodasi bangunan terhadap aspek-aspek fisik dari tujuan yang pada inginkan, aspek-aspek misalnya pola jalan dan fleksibilitas berdasarkan pengaturan ruang.3. Physcal function. ( fungsi Psiokoligi ). Mengacu kepada “feelings”( perasaan atau rasa ) dimana bangunan-bangunan itu berbaur menggunakan pengamat- pengamatnya, penghuni/pemakai & pengkritikannya, termasuk penyakit-penyakit psikologis misalnya vertigo, clausphobia, kebingungan arah (direction), kenyamanan fisik atau kurangnya rasa dan emosi yg khusus/spesial.

4. Social function. ( fungsi Sosial ). Mengacu kepada kongkritisasi dari institusi social dan ciri yg bernilai budaya atau masa tertentu5. Cultural/existential function. ( fungsi budaya/keberadaan ). Mengacu kepada kongritisasi dati nilai-nilai universal atau struktur subconcius dari spatial & orientasi psikologi yg berhubungan lebih kepada esensi kemanusiaan dari pada hayati manusia dalam suatu ketika dan loka eksklusif.Larry R. ligo tahu fungsi sebagai tugas/pekerjaan ataupun dampak-dampak yg dapat pada timbulkan sang Arsitektur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *